BERITAJAKARTA.COM — 25-03-2012 11:58
Laju pemanasan global serta dampak perubahan iklim dunia yang mulai ekstrim, membuat seluruh masyarakat dunia dituntut berusaha menguranginya. Salah satu aksi yang dilakukan masyarakat dunia, termasuk warga Jakarta yakni ikut berpartisipasi dalam kampanye Earth Hour atau aksi pemadaman listrik selama satu jam dalam kampanye tersebut.
Aksi tersebut dilakukan serentak oleh individu, komunitas, koporasi dan pemerintah di seluruh dunia dengan mematikan listrik selama satu jam dari pukul 20.30-21.30 pada tanggal 31 Maret mendatang. Tahun ini merupakan kali keempat Earth Hour diadakan di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo bersama WWF Indonesia kembali mengajak masyarakat Jakarta untuk mematikan lampu dan peralatan listrik lainnya pada Sabtu (31/3) mendatang di jam tersebut. "Dengan konsep 60+, diharapkan Earth Hour tidak sekadar dianggap sebagai aktivitas bersama mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai selama 1 jam, tapi juga menjadi momentum pengingat untuk perubahan gaya hidup setiap hari,” ujar Fauzi saat menggelar kampanye Earth Hour di sela-sela kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jl Sudirman, Minggu (25/3).
Dikatakan Fauzi, seperti tahun sebelumnya, Jakarta kembali meneruskan komitmen memadamkan lampu di 5 ikon kota, lampu sepanjang jalan utama, dan papan reklame milik pemprov DKI Jakarta dalam kampanye tersebut. "Kantor-kantor pemerintah, Monas dan Bundaran HI, taman, perumahan karyawan pemprov, akan saya pastikan untuk ikut mematikan lampu dan listrik yang tidak terpakai. Kecuali rumah sakit tentunya," katanya.
Di Jakarta sendiri, sambungnya, pada aksi Earth Hour tahun lalu berhasil menghemat 170 megawatt listrik atau berbanding sama dengan 151 ton gas rumah kaca. "Setelah Earth Hour, tambah lagi aksi untuk bumi dengan HBKB, sebagai wujud kepedulian kita dalam menurunkan jejak karbon sehari-hari dengan menjadikan transportasi publik sebagai pilihan berkendara. Keduanya dapat berkontribusi pada lingkungan Jakarta lebih baik dari sisi efisiensi energi, sekaligus upaya penanggulangan perubahan iklim,” ucap Fauzi.
Sejak 2009-2011, Earth Hour menjadi kampanye lingkungan hidup terbesar dalam sejarah karena berhasil meraih 1,8 miliar pendukung dari 5.251 kota di 135 negara dunia dan memadamkan 1.775 ikon global. Di Indonesia dari target sebelumnya 7 kota besar yang berpartisipasi, pada 2012 ini bertambah menjadi 26 kota.
http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=1&nNewsId=49153

Tidak ada komentar:
Posting Komentar