BERITAJAKARTA.COM — 26-03-2012 16:41
Keberadaan taman seharusnya menjadi tempat yang asri, aman dan nyaman untuk dinikmati oleh warga. Namun, sebagian kondisi taman di Jakarta Selatan justru tampak seperti tak terurus, dan terkesan kumuh. Bukan karena tanamannya saja, namun banyak pula pagar-pagar pembatas taman di Jakarta Selatan yang rusak serta raib dicuri pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Seperti taman yang berada di tengah Jl RA Kartini, Cilandak atau tepat di dekat perempatan Jl Fatmawati Raya dimana sekitar 15 meter pagar besi pembatas taman dengan trotoar tampak hilang. Selama ini, taman tersebut menjadi pembeda arah kendaraan dari arah Ragunan menuju Lebakbulus atau Pondoklabu. Selain itu, tampak pula batu-batu pondasi taman yang berserakan karena dihancurkan untuk mempermudah mengambil besi pagar.
Pelaksana Harian (Plh) Seksi Jalur Hijau Sudin Pertamanan Jakarta Selatan, Pudjiastuti mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hilangnya besi-besi pagar tersebut ke Polsek Cilandak untuk ditindaklanjuti. Ternyata, para pencuri besi pagar itu sudah berhasil dibekuk oleh petugas kepolisian. "Pencurinya sudah tertangkap dan saat ini diamankan di Polsek Cilandak. Pelakunya dua orang bernama Hertanto dan Gilang. Keduanya ditangkap di sekitar Jl TB Simatupang. Sedangkan barang buktinya diamankan di Polsek Cilandak," ujar Pudjiastuti, Senin (26/3).
Diungkapkan Pudjiastuti, dirinya juga telah dipanggil dan menjadi saksi dari pihak pelapor. "Saya jadi saksinya. Dan saat ini yang saya tahu kasus itu dilimpahkan ke Polres Jaksel," ucapnya.
Ke depannya, dikatakan Pudjiastuti, pihaknya akan lebih intensif melakukan pengawasan terhadap taman-taman yang mempunyai inventaris seperti pagar besi dan lampu-lampu taman. "Setiap Kecamatan itu punya seksi taman masing-masing. Jadi untuk pengawasan aset akan langsung dilimpahkan tanggung jawab kepada seksi per wilayah, dan juga tetap bekerja sama dengan aparat keamanan," tuturnya.
Untuk taman-taman yang pagarnya sudah terlanjur hilang, ditambahkan Pudjiastuti, saat ini masih belum mengetahui penanganannya. "Itu masih harus dibicarakan dengan atasan. Kalau pun harus diperbaiki, mesti menunggu anggaran program untuk itu," tandasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar