Annyeong Haseyo :)

Mix and Match Berita Ada Disini ^^

Selasa, 11 Oktober 2011

Bandara Rawan Pencurian

Wednesday, 05 October 2011

TANGERANG– Sistem keamanan parkir Bandara Internasional Soekarno- Hatta patut dipertanyakan. Dalam satu hari kemarin, tiga mobil yang diparkir di bandara terbesar di Tanah Air tersebut dilaporkan hilang.

Tiga mobil yang berjenis sama, Toyota Avanza, hilang saat berada di area parkir Terminal 1A, 1B, dan 1C. Pihak bandara belum bisa memberi keterangan terkait kasus tersebut.Deputi Senior Manajer Bandara Soekarno- Hatta Mulya Abdi yang dikonfirmasi mengaku terus berkoordinasi dengan petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk mengungkap kasus ini.

”Kami minta waktunya. Kalau hari ini (kemarin), kami tidak bisa memberikan keterangan. Kami sedang kumpulkan data untuk menjawab ini semua besok (hari ini),”ujar Mulya Abdi, kepada wartawan,kemarin. Berdasar keterangan kepolisian, mobil yang hilang di Terminal 1A bernomor polisi B 1582 NFU atas nama Abdullah Irwanto.Mobil ini masuk parkir pada Jumat (30/09).

Sedangkan yang di Terminal 1B mobil Avanza bernomor polisi B 1308 PFN atas nama Pasek Suartha yang masuk parkir pada Minggu (2/10),sementara yang hilang di Terminal 1C Avanza F 1665 LG milik Muh Nazmi yang diparkir sejak Sabtu (1/10).

Ketiga korban merupakan penumpang pesawat. Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Roberto Pasaribu menjelaskan, walaupun di area parkir bandara sudah ada closed circuit television (CCTV), pelaku sulit dikenali karena gambar di lokasi parkir tidak terlalu bagus.

Kendati demikian,pihaknya mencurigai suatu sindikat dan kini tengah dalam penyelidikan. Dari informasi yang dihimpun SINDO di lapangan, sindikat pencuri diduga memanfaatkan jalan tikus untuk keluar dari lokasi parkir. Jalan tikus yang dimaksud adalah jalur keluar dari lokasi parkir tanpa melintasi pos parkir untuk keluar.

Celakanya,PT Angkasa Pura II diduga lupa menutup kembali jalan tersebut dan hanya menggunakan batu untuk menutupnya. ”Bagaimana tidak hilang, sudah pasti ada yang memantau jalan tikusnya. Jalan tikus itu baru tadi ditutup sama orang Angkasa Pura.Ada dua jalan tikus, yang pertama depan VVIP, yang kedua di ujung Terminal 1C. Lewat sana tidak akan melewati penjaga parkir untuk membayar parkir,” ujar seorang tukang ojek yang enggan disebutkan namanya.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai bandara akan dengan mudah kebobolan jika tidak melakukan eksklusivitas terhadap kawasan. Kawasan bandara yang berpredikat internasional sudah seharusnya dibatasi dari akses masyarakat umum.

‘’Tujuannya untuk memudahkan pengawasan dan kontrol terhadap kegiatan di kawasan tersebut. Selama ini kawasan bandara belum terbatasi dari kegiatan yang berhubungan dengan penerbangan,’’ katanya.

Reza menjelaskan,pencurian mobil merupakan jenis kejahatan properti yang terpola. Pemahaman pelaku akan pola sangat baik, baik pola dari otoritas keamanan maupun target atau pemilik kendaraan. Pelaku pencurian bahkan lebih memahami pola ini dibandingkan pihak keamanan.

“Bila data kehilangan mobil sudah mencapai sehari tiga kali, patut diduga sudah terbangun pola kejahatan yang tersusun baik.Pelaku belajar dengan baik, tapi aparat tidak siap dengan pola pengamanannya,” ungkapnya.

Melihat kondisi seperti itu, petugas keamanan seharusnya mengevaluasi kejadian yang berulang ini untuk mempelajari pola pelaku kejahatan.Dengan memahami pola kejadian di lapangan ini, petugas keamanan dapat melakukan pencegahan atau peningkatan kewaspadaan.

Paling tidak dapat meminimalkan peluang karena memiliki pola data kejahatan ranmor. “Sayangnya petugas keamanan kita tidak terbiasa bekerja dengan profiling system atau mendata dan menganalisis data,”tandas Reza.

Dia juga berani memastikan bahwa pencurian kendaraan bermotor dilakukan secara terorganisasi karena ada pelaku pencuri atau pemetik, penadah, penjual,yang memodifikasi, hingga pemalsuan dokumennya.

” Jauh lebih terorganisir dibandingkan kejahatan lain.Sebab itu, aparat keamanan harus lebih terorganisasi untuk mengimbanginya, termasuk mencurigai keterlibatan dari pihak dalam,’’ ujarnya.

Sementara itu,Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menegaskan, pengguna jasa parkir merupakan konsumen yang berhak terhadap pelayanan keamanan dan keselamatan. “Kalau dirugikan, konsumen dapat mengaduke pengelola,minimal mendapatkan penjelasan,” katanya.

Bahkan konsumen juga dapat meminta ganti rugi. Tingginya angka kehilangan di lokasi parkir bandara ini, menurutnya, harus menjadi catatan bagi pengelola. Dia mengaku YLKI memiliki cukup banyak angka aduan masyarakat pengguna jasa parkir meski tidak ingat jumlah pastinya.

Kepala Bidang Media Avanza - Xenia Indonesia Club (AXIC), Syakur Usman, menjelaskan jenis kendaraan Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza rawan pencurian karena sangat populer di Indonesia. Dia menunjuk angka penjualannya yang mencapai 12.000–15.000 kendaraan per bulan.

Menurut dia, kendaraan jenis ini populer karena ekonomis dan berkapasitas cukup besar.Namun,kepopulerannya membuat kendaraan ini kerap menjadi incaran sindikat pencurian kendaraan bermotor (ranmor).“Maling cari yang populer biar mudah dijual,” lanjutnya.

Karena fakta itu, anggota klub AXIC saat ini pun sudah mulai memasang GPS tracker secara sembunyi. Dari data milis AXIC,angka kehilangan jenis mobil ini sangat tinggi. Lokasi yang kerap terjadi pencurian adalah Jakarta Timur dan Bekasi.Wilayah rawan lainnya adalah Kebayoran Baru,Jakarta Selatan; Tanjung Duren, Jakarta Barat; dan Depok.

“Satu hari bisa tiga kali aduan kehilangan,bahkan lokasi kejadiannya cukup berdekatan,” bebernya. Syakur menjelaskan, pergerakan sindikat pencuri mobil tergolong sangat cepat. “Pernah suatu kali kendaraan anggota yang dipasangi GPS tracker dicuri di Bekasi, besoknya terpantau sudah di Jawa Timur,”ungkapnya. denny irawan/ isfari hikmat

-Zenni-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar