BERITAJAKARTA.COM — 01-04-2012 12:39
Gencarnya aksi penertiban yang dilakukan petugas, tampaknya tidak membuat kapok para pedagang kaki lima (PKL) untuk tetap menjajakan dagangannya di Jl Fatmawati Raya. Ya, petugas kembali menertibkan puluhan PKL yang berjualan di sepanjang Jl Fatmawati Raya hingga Pasar Pondoklabu, Minggu (1/4). Satu per satu lapak dan barang dagangan PKL langsung diangkut ke atas truk petugas.
"Ini kegiatan rutin dan memang kita lebih intensif melakukan penertiban dalam rangka rencana penilaian Adipura. Pedagang yang ditertibakan jika mereka berada di atas trotoar," ujar Djaurina, Kepala Satpol PP Kecamatan Cilandak saat memimpin penertiban, Minggu (1/4).
Dikatakan Djaurina, pedagang yang membuka lapak di atas trotoar telah melanggar peraturan. Karena berdagang bukan pada tempatnya, dan mengganggu para pejalan kaki yang melewati trotoar. "Kan bisa mengganggu pejalan kaki. Takutnya malah nanti pejalan kaki bisa tertabrak kendaraan saat berjalan di bahu jalan karena trotoarnya digunakan PKL," kata Djaurina.
Bukan hanya para pedagang yang berada di atas trotoar, dikatakan Djaurina, lapak yang berada di atas saluran air juga harus ditertibkan. Selain itu, banyaknya motor yang parkir sembarangan di pinggir jalan juga menjadi salah satu permasalahan kesemrawutan Pasar Pondoklabu. "Sudah berulang kali ditertibkan tetapi pedagang kembali menggelar dagangannya. Bahkan sepeda motor parkir di situ. Tapi kita belum bisa menertibkan lagi tanpa adanya permintaan dari Sudin PU Tata Air yang memintanya, serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk masalah parkir sembarangan," ucap Djaurina.
Dalam penertiban kali ini, aparat Satpol PP Kecamatan Cilandak hanya menyita 2 lapak pedagang. Meja dari pedagang mie ayam, dan penjual kelapa di Pasar Pondoklabu juga diangkut karena berada tepat di pinggir jalan. "Sudah di trotoar malah makan badan jalan juga, langsung saja kita angkut. Kalau yang lain baru kita imbau saja," tegasnya.
Warto, pedagang kelapa di Pondoklabu yang lapaknya diangkut mengaku, pasrah dengan tindakan aparat. Namun begitu ia meminta kepada pemerintah untuk menyediakan lapak yang bagus bagi pedagang dengan modal pas-pasan. "Habis mau bagaimana, untuk sewa kios kan mahal. Coba pemerintah kasih kios murah, kan tidak berdagang di pinggir jalan," keluhnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar