BERITAJAKARTA.COM — 05-04-2012 16:02
Banjir di Jakarta yang menghanyutkan sampah dan berbagai jenis bakteri dalam kandungan air, membuat sebanyak 611 warga Jakarta Selatan terserang penyakit seperti batuk hingga gatal-gatal. Berbagai penyakit itu diketahui, setelah warga berobat ke pos-pos kesehatan yang dibangun di setiap wilayah yang terkena banjir.
"Kita himpun data per kecamatan yang hampir rata terkena banjir. Kecamatan yang paling banyak warganya berobat terdapat di Pesanggrahan dengan 248 orang," ujar Kurnianto Amien, Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan, Kamis (5/4).
Untuk urutan kedua terdapat di Kecamatan Pasarminggu sebanyak 210 orang, dan diikuti Kecamatan Cilandak sebanyak 128 orang. Sedangkan beberapa kecamatan lainnya tidak terlalu banyak warga yang berobat.
"Kebanyakan warga mengidap infeksi saluran pernapasan akut, seperti batuk, dan pilek. Lainnya terkena gatal-gatal, tapi belum ada yang harus dirawat ke rumah sakit," ungkapnya.
Selain mendirikan pos-pos kesehatan, pihaknya juga mengirim alat penyaring air ke lokasi banjir di Pondoklabu. Mesin tersebut berfungsi menyaring kotoran yang masuk ke sumber air warga bersama genangan air banjir.
"Air yang sudah disaring itu bisa langsung diminum. Alat itu bisa menyaring lebih dari 5 ribu liter air," terang Kurnianto.
Selain itu, lanjut Kurnianto, puskesmas-puskesmas kecamatan juga menyediakan cairan antiseptik yang berguna untuk mencegah perkembangbiakan bakteri dan kuman. "Nanti dicampur air, untuk membersihkan rumah. Sehingga bakteri dan kuman penyakit tidak bisa berkembang biak," tandasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar