Annyeong Haseyo :)

Mix and Match Berita Ada Disini ^^

Selasa, 24 April 2012

Mantan Wali Kota Cilegon Jadi Tersangka Korupsi


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/4), mengumumkan tersangka pada penyidikan kasus pembangunan Dermaga Kubangsari, Cilegon Banten tahun 2005-2010. Mantan Wali Kota Cilegon, Aat Syafa'at ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah melakukan penyelidikan kasus pembangunan dermaga di daerah Tumpang Sari, KPK memutuskan untuk meningkatkan status proses penyidikan dengan tersangka AS (Aat Syafa'at)," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Senin (23/4).

Atas perbuatannya, Aat Syafa'at diancam dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1KUHP karena telah menyalahguaankan kewenangan sebagai pejabat pemerintah.  Akibat perbuatan Aat, KPK mengklaim, negara mengalami kerugian hingga 11 miliar rupiah.

Kasus ini bermula dari Pemkot Cilegon yang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Steel mengenai tukar guling lahan untuk pembangunan pabrik Krakatau Posco dan dermaga Kota Cilegon.

Dalam pelaksanaannya, lahan di kelurahan Kubangsari seluas 65 hektar tersebut, diserahkan oleh pihak Pemkot Cilegon kepada PT Krakatau Steel, untuk pembangunan Krakatau Posco.

Sementara sebagai penggantinya, PT Krakatau Steel menyerahkan lahan seluas 45 Ha yang terletak Kelurahan Warnasari kepada Pemkot Cilegon, untuk digunakan sebagai pembangunan dermaga kota Cilegon.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/04/23/m2xgrs-mantan-wali-kota-cilegon-jadi-tersangka-korupsi

-Zenni-

Kamis, 05 April 2012

611 Korban Banjir Terserang Penyakit


BERITAJAKARTA.COM — 05-04-2012 16:02
Banjir di Jakarta yang menghanyutkan sampah dan berbagai jenis bakteri dalam kandungan air, membuat sebanyak 611 warga Jakarta Selatan terserang penyakit seperti batuk hingga gatal-gatal. Berbagai penyakit itu diketahui, setelah warga berobat ke pos-pos kesehatan yang dibangun di setiap wilayah yang terkena banjir.

"Kita himpun data per kecamatan yang hampir rata terkena banjir. Kecamatan yang paling banyak warganya berobat terdapat di Pesanggrahan dengan 248 orang," ujar Kurnianto Amien, Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan, Kamis (5/4).

Untuk urutan kedua terdapat di Kecamatan Pasarminggu sebanyak 210 orang, dan diikuti Kecamatan Cilandak sebanyak 128 orang. Sedangkan beberapa kecamatan lainnya tidak terlalu banyak warga yang berobat.

"Kebanyakan warga mengidap infeksi saluran pernapasan akut, seperti batuk, dan pilek. Lainnya terkena gatal-gatal, tapi belum ada yang harus dirawat ke rumah sakit," ungkapnya.

Selain mendirikan pos-pos kesehatan, pihaknya juga mengirim alat penyaring air ke lokasi banjir di Pondoklabu. Mesin tersebut berfungsi menyaring kotoran yang masuk ke sumber air warga bersama genangan air banjir.

"Air yang sudah disaring itu bisa langsung diminum. Alat itu bisa menyaring lebih dari 5 ribu liter air," terang Kurnianto.

Selain itu, lanjut Kurnianto, puskesmas-puskesmas kecamatan juga menyediakan cairan antiseptik yang berguna untuk mencegah perkembangbiakan bakteri dan kuman. "Nanti dicampur air, untuk membersihkan rumah. Sehingga bakteri dan kuman penyakit tidak bisa berkembang biak," tandasnya.