Annyeong Haseyo :)

Mix and Match Berita Ada Disini ^^

Minggu, 01 April 2012

Kondisi Pasar Rumput Kian Memprihatinkan


BERITAJAKARTA.COM — 01-04-2012 17:33
Di tengah menjamurnya keberadaan minimarket, keberadaan pasar tradisional di ibu kota pun seolah kian terpinggirkan. Bagaimana tidak, banyak kondisi maupun bangunan pasar tradisional di Jakarta yang hingga kini seperti tak layak dan segera membutuhkan perbaikan. Salah satunya seperti kondisi Pasar Rumput di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan yang kian memprihatinkan. Ya, selain gedungnya yang nyaris ambruk, lingkungan pasar pun terlihat kotor dan gersang.

Hal itu terungkap saat Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Selatan, Usmayadi mengunjungi pasar tersebut dalam rangka persiapan penilaian Adipura. Melihat kondisi yang demikian, Usmayadi pun sempat geram melihat kondisi pasar yang memprihatinkan tersebut. "Bagaimana kerja pengelola pasar? Sangat disayangkan pasar yang sebelumnya jadi unggulan di Setiabudi kini kondisinya makin merana saja," ujar Usmayadi, saat mengunjungi pasar tersebut, Minggu (1/4).

Usmayadi mengaku kecewa dan prihatin atas kondisi tersebut. Terlebih, saat ini menjelang penilaian Adipura tahap kedua dan Pasar Rumput merupakan salah satu lokasi penilaian.

Dari hasil penilaian tahap I, nilai dari pasar binaan PD Pasar Jaya ini juga sangat jeblok dibanding lokasi penilaian lainnya yang ada di Kecamatan Setiabudi. Penghijauan pasar minim membuat lingkungan gersang. Belum ada program composting untuk pengolahan sampah pasar, serta saluran air yang tidak berfungsi. “Saya berharap partisipasi aktif dari pengelola pasar untuk membantu Pemkot Administrasi Jakarta Selatan dalam menyukseskan Adipura. Sekalipun gedung ini nyaris ambruk karena sudah tua, tapi tetap harus rapih dan bersih dong,” harapnya.

Usmayadi juga meminta kepada pengelola untuk mengajak para pedagang menyediakan tempat-tempat sampah agar pedagang maupun pengunjung tidak seenaknya saja membuang sampah di sembarang tempat lantaran minimnya tempat sampah. "Areal parkir juga tampak berantakan dan harus segera ditata ulang," tandasnya.

PKL di Jl Fatmawati Ditertibkan


BERITAJAKARTA.COM — 01-04-2012 12:39
Gencarnya aksi penertiban yang dilakukan petugas, tampaknya tidak membuat kapok para pedagang kaki lima (PKL) untuk tetap menjajakan dagangannya di Jl Fatmawati Raya. Ya, petugas kembali menertibkan puluhan PKL yang berjualan di sepanjang Jl Fatmawati Raya hingga Pasar Pondoklabu, Minggu (1/4). Satu per satu lapak dan barang dagangan PKL langsung diangkut ke atas truk petugas.

"Ini kegiatan rutin dan memang kita lebih intensif melakukan penertiban dalam rangka rencana penilaian Adipura. Pedagang yang ditertibakan jika mereka berada di atas trotoar," ujar Djaurina, Kepala Satpol PP Kecamatan Cilandak saat memimpin penertiban, Minggu (1/4).

Dikatakan Djaurina, pedagang yang membuka lapak di atas trotoar telah melanggar peraturan. Karena berdagang bukan pada tempatnya, dan mengganggu para pejalan kaki yang melewati trotoar. "Kan bisa mengganggu pejalan kaki. Takutnya malah nanti pejalan kaki bisa tertabrak kendaraan saat berjalan di bahu jalan karena trotoarnya digunakan PKL," kata Djaurina.

Bukan hanya para pedagang yang berada di atas trotoar, dikatakan Djaurina, lapak yang berada di atas saluran air juga harus ditertibkan. Selain itu, banyaknya motor yang parkir sembarangan di pinggir jalan juga menjadi salah satu permasalahan kesemrawutan Pasar Pondoklabu. "Sudah berulang kali ditertibkan tetapi pedagang kembali menggelar dagangannya. Bahkan sepeda motor parkir di situ. Tapi kita belum bisa menertibkan lagi tanpa adanya permintaan dari Sudin PU Tata Air yang memintanya, serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk masalah parkir sembarangan," ucap Djaurina.

Dalam penertiban kali ini, aparat Satpol PP Kecamatan Cilandak hanya menyita 2 lapak pedagang. Meja dari pedagang mie ayam, dan penjual kelapa di Pasar Pondoklabu juga diangkut karena berada tepat di pinggir jalan. "Sudah di trotoar malah makan badan jalan juga, langsung saja kita angkut. Kalau yang lain baru kita imbau saja," tegasnya.

Warto, pedagang kelapa di Pondoklabu yang lapaknya diangkut mengaku, pasrah dengan tindakan aparat. Namun begitu ia meminta kepada pemerintah untuk menyediakan lapak yang bagus bagi pedagang dengan modal pas-pasan. "Habis mau bagaimana, untuk sewa kios kan mahal. Coba pemerintah kasih kios murah, kan tidak berdagang di pinggir jalan," keluhnya.