Annyeong Haseyo :)

Mix and Match Berita Ada Disini ^^

Jumat, 20 Maret 2009

Vaksin penyebab Autis VERY TOP URGENT !!!!!

Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang
masih punya anak kecil supaya ber-hati2... ..... Setelah kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,-itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder. Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis.


Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi.


Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA , Okupasi,dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia , para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan.


Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.


Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA , Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya
sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya. Terakhir,mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme

-Zenni-

Kamis, 12 Maret 2009


_PERAWATAN KAKI_


Ingin tampil cantik dan sehat adalah suatu hal yang alami yang diinginkan setiap manusia, khususnya para wanita yang hidup di kota besar seperti Jakarta, karena penampilan dapat mencerminkan kepribadian dan juga mempengaruhi sosialisasi dalam lingkungan kehidupannya.

Oleh karena itu menjamurnya tempat-tempat perawatan kecantikan di kota besar sudah bukan hal yang asing lagi, karena mereka tumbuh berdasarkan permintaan dan salah satunya adalah Skin Health Group ( SHG ).

Disini ( SHG ) selain melakukan perawatan kecantikan wajah, juga melayani perawatan kaki.

Kenapa kaki juga perlu mendapatkan perhatian? karena memiliki kaki yang cantik dan sehat serta kuku yang terawat baik mencerminkan pribadi seseorang demikian Ibu Asih Sri Rahayu ( Ayu ) sebagai Corp Com Manager menjelaskan kepada HGN.

Untuk lebih mengenai perawatan kaki, salah satu staf SHG menjelaskan kepada kami urutan perawatannya ;
1. Sebelumnya pelanggan diminta mengisi formulir, selain mengisi biodata pribadi juga data mengenai kesehatannya. Guna mencegah hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan perawatan.
2. Setelah itu tahap awal kaki direndam dalam air garam hangat suam-suam kuku selama 15′ berguna memperlancar peredaran darah dan mengangkat kotoran
3. Keringkan kaki dengan handuk, untuk sela-sela kaki pengeringan dilakukan dengan menggunakan Pedis Spa.
4. Semprot kaki tamu dengan antiseptik dan tangan master 5′.
5. Buang kulit mati dan kapalan dengan menggunakan mesin amplas berkecepatan tinggi 15′
6. Rawat kutikula, bentuk kuku dan tipiskan kuku kaki 15′
7. Sisa kutikula diangkat dengan menggunakan cuticle remover 5′
8. Sisa kulit mati diangkat dengan scrub/peeling, kemudian di lap dengan air hangat 10′
9. Kaki dimasker dengan menggunakan masker yang sudah disesuaikan dengan masalah kaki 10′
10. Kaki dicelupkan ke paraffin, kemudian dibungkus plastik dan dimasukkan ke sarung kaki listrik dan didiamkan 20′
11. Setelah sarung tangan dibuka, kaki dimassage sampai dengan lutut 20′.