Keputihan adalah penyakit yang banyak diderita kaum wanita yang
ditandai dengan keluarnya cairan bukan darah dari vagina. Ada dua
jenis keputihan yang dikenal di dunia medis yaitu keputihan normal
dan keputihan abnormal.
Keputihan normal adalah jenis keputihan yang terjadi secara normal
sebagai bagian dari siklus reproduksi wanita, contohnya adalah keputihan
yang terjadi saat:
Melahirkan bayi, Saat mendapatkan haid pertama kali, Menjelang haid,
Saat mengalami ovulasi, Alergi kondom, Mengidap penyakit menahun,
Gangguan jiwa, Radang leher rahim,
Terangsang oleh aktifitas seksual
Keputihan abnormal adalah keputihan yang disebabkan oleh kuman dan
parasit. Keputihan abnormal berwarna kehijauan, kental, gatal dan berbau.
Biasanya muncul flek kekuningan yang membekas di celana dalam.
Parasit penyebab keputihan tersebar bebas di alam dan bisa menjangkiti
wanita karena gaya hidup yang tidak sehat, air cebok yang tidak bersih,
atau karena tertular di toilet umum.
Keputihan tidak akan sembuh jika pengobatan tidak tuntas dilakukan.
Bibit penyakit masih ada tapi pengobatan sudah dihentikan. Karena itu
dalam setiap pengobatan keputihan harus dipastikan bahwa bibit penyakit
sudah hilang semua.
(sri nina)
-Zenni-
Selasa, 11 Oktober 2011
3 cara merawat vagina agar harum dan wangi ..
Berikut 3 cara lain untuk menjaga kesehatan vagina:
1. Beberapa wanita memiliki kebiasaan untuk melakukan douching
(membersihkan vagina dengan menggunakan alat tertentu) usai masa
menstruasi. Alasannya? Agar darah kotor yang keluar saat menstruasi
bisa dibersihkan secara maksimal. Padahal, sesungguhnya menstruasi
adalah proses alami yang tidak kotor. Sebaiknya lakukan douching atas
rekomendasi dokter. Salah membersihkannya, malah bisa membunuh
bakteri baik yang sebenarnya dibutuhkan vagina.
2. Hindari kebiasaan menggunakan wewangian pada area intim. Hal ini
termasuk saat kita memilih pembalut tipis (panty liner). Sekarang banyak
ditemukan panty liner yang disertai wewangian, untuk menjaga aroma area
intim kewanitaan kita. Kemungkinan reaksi yang bisa terjadi setelahnya
adalah iritasi atau alergi. Untuk pemilik kulit sensitif, hindari pemakaian
cairan pelembut pakaian pada saat mencuci pakaian dalam. Sebaiknya
gunakan sabun yang lembut dan bebas aroma.
3. Jangan menggunakan panty liner sepanjang hari. Meskipun Anda rajin
menggantinya, hal ini mengakibatkan iritasi pada vagina. Kalau cairan
yang keluar dari area intim kewanitaan Anda sudah sangat berlebihan,
segera kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin.
(sri nina)
-Zenni-
1. Beberapa wanita memiliki kebiasaan untuk melakukan douching
(membersihkan vagina dengan menggunakan alat tertentu) usai masa
menstruasi. Alasannya? Agar darah kotor yang keluar saat menstruasi
bisa dibersihkan secara maksimal. Padahal, sesungguhnya menstruasi
adalah proses alami yang tidak kotor. Sebaiknya lakukan douching atas
rekomendasi dokter. Salah membersihkannya, malah bisa membunuh
bakteri baik yang sebenarnya dibutuhkan vagina.
2. Hindari kebiasaan menggunakan wewangian pada area intim. Hal ini
termasuk saat kita memilih pembalut tipis (panty liner). Sekarang banyak
ditemukan panty liner yang disertai wewangian, untuk menjaga aroma area
intim kewanitaan kita. Kemungkinan reaksi yang bisa terjadi setelahnya
adalah iritasi atau alergi. Untuk pemilik kulit sensitif, hindari pemakaian
cairan pelembut pakaian pada saat mencuci pakaian dalam. Sebaiknya
gunakan sabun yang lembut dan bebas aroma.
3. Jangan menggunakan panty liner sepanjang hari. Meskipun Anda rajin
menggantinya, hal ini mengakibatkan iritasi pada vagina. Kalau cairan
yang keluar dari area intim kewanitaan Anda sudah sangat berlebihan,
segera kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin.
(sri nina)
-Zenni-
Langganan:
Postingan (Atom)
