Annyeong Haseyo :)

Mix and Match Berita Ada Disini ^^

Selasa, 11 Oktober 2011

Jenis dan Ciri Keputihan .. wanita wajib tau ..

Keputihan adalah penyakit yang banyak diderita kaum wanita yang

ditandai dengan keluarnya cairan bukan darah dari vagina. Ada dua

jenis keputihan yang dikenal di dunia medis yaitu keputihan normal

dan keputihan abnormal.

Keputihan normal adalah jenis keputihan yang terjadi secara normal

sebagai bagian dari siklus reproduksi wanita, contohnya adalah keputihan

yang terjadi saat:

Melahirkan bayi, Saat mendapatkan haid pertama kali, Menjelang haid,

Saat mengalami ovulasi, Alergi kondom, Mengidap penyakit menahun,

Gangguan jiwa, Radang leher rahim,
Terangsang oleh aktifitas seksual

Keputihan abnormal adalah keputihan yang disebabkan oleh kuman dan

parasit. Keputihan abnormal berwarna kehijauan, kental, gatal dan berbau.

Biasanya muncul flek kekuningan yang membekas di celana dalam.

Parasit penyebab keputihan tersebar bebas di alam dan bisa menjangkiti

wanita karena gaya hidup yang tidak sehat, air cebok yang tidak bersih,

atau karena tertular di toilet umum.

Keputihan tidak akan sembuh jika pengobatan tidak tuntas dilakukan.

Bibit penyakit masih ada tapi pengobatan sudah dihentikan. Karena itu

dalam setiap pengobatan keputihan harus dipastikan bahwa bibit penyakit

sudah hilang semua.

(sri nina)

-Zenni-

3 cara merawat vagina agar harum dan wangi ..

Berikut 3 cara lain untuk menjaga kesehatan vagina:

1. Beberapa wanita memiliki kebiasaan untuk melakukan douching

(membersihkan vagina dengan menggunakan alat tertentu) usai masa

menstruasi. Alasannya? Agar darah kotor yang keluar saat menstruasi

bisa dibersihkan secara maksimal. Padahal, sesungguhnya menstruasi

adalah proses alami yang tidak kotor. Sebaiknya lakukan douching atas

rekomendasi dokter. Salah membersihkannya, malah bisa membunuh

bakteri baik yang sebenarnya dibutuhkan vagina.

2. Hindari kebiasaan menggunakan wewangian pada area intim. Hal ini

termasuk saat kita memilih pembalut tipis (panty liner). Sekarang banyak

ditemukan panty liner yang disertai wewangian, untuk menjaga aroma area

intim kewanitaan kita. Kemungkinan reaksi yang bisa terjadi setelahnya

adalah iritasi atau alergi. Untuk pemilik kulit sensitif, hindari pemakaian

cairan pelembut pakaian pada saat mencuci pakaian dalam. Sebaiknya

gunakan sabun yang lembut dan bebas aroma.

3. Jangan menggunakan panty liner sepanjang hari. Meskipun Anda rajin

menggantinya, hal ini mengakibatkan iritasi pada vagina. Kalau cairan

yang keluar dari area intim kewanitaan Anda sudah sangat berlebihan,

segera kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin.

(sri nina)

-Zenni-